Tabulampot buah tin atau tanaman buah dalam pot ini sangat populer di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya bibit buah ara dari hasil cangkok yang dibudidayakan. Dengan demikian untuk dapat menyantap dan menikmati kelezatan buah ini, tidak perlu mengimpor dari luar negeri.

Dengan tanaman tabulampot tin, maka siapapun bisa makan buah ini dengan memetik langsung dari pohonnya. Teknik budidayanya sendiri sangat mudah dan tidak membutuhkan perlakuan khusus. Asalkan semua syarat tumbuh dipenuhi, maka akan dihasilkan tanaman yang subur dengan potensi buah yang lebat.

Untuk menanam buah ini, maka terlebih dahulu memilih spesies atau jenis buahnya. Ada setidaknya 12 varian tanaman yang ditemukan dan bisa dibudidayakan. Baik dengan tabulampot buah tin atau dengan cara budidaya di lahan, semuanya bisa mulai dilakukan penanamannya.

Contoh varietas buah tin yang ditemukan adalah : Green Jordan, Purple Jordan, Red Palestine, Brown Turkey, Negrone, Black Ischia, Panachea, Black Genoa, White Genoa, Conadria, Martinenca Rimada, Dalmatie, Banane Jepang, Maltese Falcon, Atreano, Shawi Legvi, Albacor Comuna, Burnswick, Sals Corleone, Fiorone De Ruvo, Alma, Masui Dauphine, Abicou, Sycomorus, Holier, Syrian Honey, Black Mission, Moyuna, Albino, Black Madeira, Calymira, Tena, Bornesco Rimada. Tabulampot buah tin Jordan adalah yang paling terkenal di Indonesia karena pohon ini sering berbuah. Jika buahnya matang, maka warnanya akan menguning dan rasa buahnya manis.

Karena sering berbuah tanpa mengenal musim, buah ara cocok untuk budidaya dan dapat dijadikan salah satu peluang yang sangat menguntungkan. Berikut ini adalah cara membudidayakan buah ara yang dapat dipanen sepanjang tahun.